Sabtu, 13 Oktober 2012

rahasia sequensial waktu shalat


 HIKMAH PEMBAGIAN WAKTU SHALAT
Kita sebagai makhluk yang  mempunyai akal telah di beri kewajiban oleh Allah untuk melaksanakan rukun islam yang jumlahnya ada 5. salah satunya adalah shalat.
Shalat di ibaratkan seperti sungai yang mengalir di depan pintu kita agar kita mau membersihkan diri dengan mandi 5 kali dalam sehari,seperti halnya shalat ,untuk membersikan dosa – dosa yang menempel pada tubuh kita.
Shalat  sangat terikat dengan waktu.sebagaimana firman Allah yang artinya :
103.  Maka apabila kamu Telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu Telah merasa aman, Maka Dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.
( Q. S : An – Nisa, 103 )
waktu di sini ketentuan khusus sehingga akan menimbulkan beragam pertanyaan,mengapa kelima waktu itu menjadi pilihan?
Dengan di tentukannya waktu , shalat menjadi ibadah yang membutuhkan kedisiplinan.shalat di lakukan pada interval waktu yang teratur sepanjang hari.waktu pelaksanaan sudah di tentukan oleh peredaran matahari.dalam konsepsi ushul fiqih , sebagian hukum alam ini di tetapkan menjadi hokum wadh’I  yang menjadi penyebab datangnya kewajiban.ketika sabab itu dating maka ibadah menjadi wajib.barang siapa meningalkan ibadah pada durasi yang telah di tentukan maka ia siap menanggung resiko
Al bujairami  ( ahli fiqh mahzab syafi’I ) dalam kitabnya (hasyiyah al bujairami ala khotib ). berusaha menguak makna filosofi dari waktu shalat.menurutnya, waktu – waktu shalat yang telah di tentukan Allah menpunyai keistimewaan.waktu – waktu tersebut mengingatkan kita pada fase – fase kehidupan yang pasti di lalui oleh manusia.,Terbitnya matahari sebagai symbol waktu di lahirkan,waktu naiknya matahari mengambarkan fase tumbuh kembangnya manusia.tahap berikutnya adalah bertengernya matahari di puncak cakrawala,ini mengambarkan kondisi manusia ketika muda,di mana ia dapat memuaskan segala hasratnya,seperti matahari dapat menbagi secara sempurnya pancaran sinarnya.bergeser dari puncak adalah gambaran bahwa setiap manusia pasti akan mengalami masa tuan dan lemah.dan waktu matahari bergerak kea rah kematian.
Jika al bujairomi mencoba melihat waktu shalat dari filosofinya maka para ahli kesehatan muslim ,dalam tinjauan ilmiahnya menunjukkan bahwa waktu – waktu shalat yang sudah di tentukan sangat erat hubungannya dengan lingkungan dan biologis manusia.
1.waktu shubuh
Shalat shubuh di laksanakan sebelum matahari terbit,yaitu di saat udara masih bersih,jernih dan segar.menurut ibnu hajar al haitami . dalam kitab tuhfah al muhtaj syahr al minhaj,suasana dem ikian sesuai dengan jumlah raka’at  shalat shubuh yang hanya dua roka’at.halini menurutnya merupakan rukhsoh dari Allah.dalam udara yang masih jernih mengadung kadar ozom ( tambalan oksigen yang berguna melindungi dari pancaran sinar matahari yang berbahaya)u ntuk mendorong pengaktifan susunan syaraf serta peningkatan kekuatan otot.sebaliknya jika manusia memperpanjang waktu tidurnya akan memunculkan penyakit jantung,khususnya atherosclerosis yang menakibatkan sesak di dada.sehingga rasulullah bersabda
Al ‘azhim abadi penulis kitab ‘aun al ma’bud fi syarh sunan abi dawud mengatakan kekayaan dapat di peroleh dengan menikuit sunah nabi (sebagaimana hadist di atas)
2.waktu dhuhur
Di llakukan ketika matahari panas,pada waktu ini manusia mulai merasa letih.dengan melalukan shalat dhuhur seseorang telah melalukan tiga kegiatan yang sangat penting;
1.penenangan diri setelah tenaga terkuras habis
2.penenangan diri setelah beraktifitas
3.penenangan rasa tegang karena rasa lapar.
3.waktu ashar
Adalah waktu yang merupakan saat yang paling berat bagi anggota tubuh tertentu seperti jantung,yang mengejutkan bahwa bayi yang baru lahir mengalami peningakatn penyakit pada waktu ini.maka dengan menjalankan shalat ashar seseorang telah menghentikan semua pekerjaan untuk menenangkan diri.
4.waktu maghrib
Ketika matahri terbenam,di saat selesai bekerja dan mulai bersiap siap untuk istirahat malam pembagian hormon peremajaan meningkat karena mulai masuk waktu gelap sehingga timbul rasa males dan kantuk.maka dengan melaksanakan shalat maghrib mengurangi hal tersebut.
5.waktu isya’
Waktu isya’ merupakan waktu perpindahan dari waktu yang penuh dengan kegiatan ke waktu istirahat,pada waktu ini produksi hormon mencapai titik sempurna,,makanya di sunahkan mengakhirkan shalat isya’ sampai menjelang tidur agar berpindah dari sibuk menuju istirahat dapat di lakukan secara pelan – pelan.
Dengan demikian melakukan shalat lima waktu yang sudah menjadi kewajiban umat islam yang berakal  selain mendapatkan pahala juga menyimpan banyak hikmah dalam tinjauan kesehatan,sebab itu marilah kita berusaha supaya kita mampu melaksanakan shalat tepat pada waktunya agar kita mendapatkan kesehatan jasmani dan rohani.
Mugo2 bermanfaat!!!
Sumber : Hasyiyah Al Bujairami ‘ala Al Khatib. Beirut Jilid 3. Hlm. 333 dan Al Iqna’
Suwandi, wong tulungagung





Tidak ada komentar:

Posting Komentar