ASAL MULA KEHIDUPAN SUFI
Secara tinjauan literal
semantik,istilah sufisme di siyalir berasal dari bahasa arab ash-shofa
yang berarti bening atau jernih sebagai simbol langkah mistikus yang menempuh
jalan penyucian rohani.Rasulullah
saw,bersabda:
ذهب صفوالدنيا وبقي
الكدرفالموت اليوم تحفة لكل مسلم
“kejernihan
dunia telah sirna dan tinggalah kekeruhannya,maka hari ini,kematian adalah
penghargaan bagi setiap muslim”(HR-Daruquthni).
Atau berasal dari ash-shufa
yang di nisbatkan pada ahli shuffah(serambi),yaitu sekitar 400 shahabat
Muhajirin yang fakir dan tidak memiliki tempat tinggal dan sanak keluarga di
masa Nabi yang menetap dan beribadah di masjid Nabi,Madinah{syams Ad-din al
qurthubi,At-Tafsir al- qurthubi,hal.168}.atau berasal dari ash-shoff(barisan),yang
seolah hati mereka berada di barisan terdepan dalam kehadiran di hadapan ALLAH.
Namun pendekatan isytiqoqy(derivasi)ash-shufiy{sufi}pada ke-3 kata tersebut,menurut Al-qusyairy
di nilai tidak tepat secara tiori analogi harfiah.sebab dari ash-shofa sangat
jauh bentuk fa’ilnya menjadi ash-ashufi jika ash-ashuffah menjadi
ash-shafwi dan jika ash-shaff menjadi ash-shufi,dan juga
tidak berasal dari ash-shauf(wol),sebab pakain tersebut tidak menjadi
performance asli kaum sufi,jadi menurut al-qusyairy,sebutan shufi di
berikan hanya sebagai gelar.adapun menurut Ibnu khaldun,meskipun ash-shauf
bukan pakain khusus para mistikus,namun karena keidentikan tradisi mereka yang
mengunakan pakaian wol,sebagai ekspresi kezuhudannya.
Adapun sufi
menurut terminologisa,sebagaimana yang di katakan Muhammad Al-jurairy
bahwa tasawuf adalah masuknya sikap/akhlak yang mulia dan keluarnya akhlak
tercela.,kalau menurut al-junaid:tasawuf adalah
perang(‘inwah),dan para sufi adalah anggota yang tidak bisa dimasuki oleh
orang-orang selain mereka.Shal bin Abdullah al- tustary
mengatakan:sufi adalah orang yang memandang darah dan hartanya halal tumpah
dengan gratis,begitu juga Asy-syibly yang mengatakan bahwa:sufi
adalah anak-anak yang berada di pangkuan Al-haq.Abu ya’kub al-mazabily
mengatakan:tasawuf adalah keadaan di mana seluruh atribut kemanusiaan di
hapus.namun menurut Ibn al-jalla’ ketika di tanya tentang
tasawuf,beliau menjawab:kita tidak bisa mengenal mereka melalui ilmiah,namun
kita tahu bahwa seseorang yang miskin ,tidak memiliki sarana duniawidan hanya
bersama ALLAH tanpa terikat pada suatu tempat maka di namakan sufi.[ibn
ujaibah,iqadh al-himam syarh matn al-hikam,hal 1].demikian adalah
pengertian sufi dan tasawuf berdasarkan pengetahuan,pengalaman,kondisi
rohani(hal).tetapi definisi tersebut tidak menjelaskan tasawuf yang
sebenarnya,melainkan hanya sekedar petuntuk,karena tasawuf tidak bisa di fahami
dengan persepsi dan filosofi apapun,melainkan hanya kearifan hati yang sanggup
memahami dimensinya karena membutuhkan pengalaman yang tidak tergantung pada
metode indra ataupun pemikiran.tapi pada dasarnya adalah sebuah manhaj nurani
yang di bangun diatas kebijakan-kebijakan yang hanya bisa di lewati bukan
melalui teori-teori semata melainkan ilmu dan amal dengan melepaskan(takholly)baju
kenistaan dan mengenakan(tahalli)jubah keagungan,sehingga ALLAH(tajalli) dalam
setiap gerak gerik dan perilakunya.dan inilah manisfestasi konkret dari ihsan
dalam sabda Rasulullah saw:
الئحسان ان تعبد الله كئنك تراه فائن لم تكن تراه فائنه يراك
“ihsan adalah engkau menyembah ALLAH seolah engkau
melihatnya dan jika engkau tidak melihatnya sesungguh ALLAH melihat mu”
Pada masa
awal islam,sufisme tidak di pandang sebagai dimensi batin(esoteris)dari ajaran
islam seperti yang berlangsung pada masa belakangan,melainkan ia di pandang
sebagai islam itu sendiri.bahkan,dalam rangka merehkan kebangkitan aspirasi
manusia pasca fase pertama perkembangan islam kalangan sufi mengatakan:”pada
awalnya sufisme merupakan sebuah lealitas tanpa nama,sedang sekarang ini,sebuah
nama tanpa lealitas”.
Jika ditilik
dari sejarahnya,kelahiran tasawuf menjadi sisi esoteris ajaran islam secara
independen,karena peradaban manusia nyaris menjadi materalistik dan gersang
dari keshalehan spiritual,lahirnya tasawuf yang mengisi ’zona kosong’ yang di
campakan oleh kalangan fuqoha da mutakallimin guna menyelamatkan mereka yang
tengelam dalam kemegahan duniawi.kelahiran tasawuf yang menjadi penyelamat
peradaban materalistik,tentu kelahirannya memberikan perhatian serius yang
berorentasi pada persoalan bathin tanpa melupakan adab-adab formal syara’.sebab
tidak ada tasawuf tanpa fiqih,karena hukum-hukum dhohir tidak bisa di mengerti
tanpa fiqih,dan tidak ada fiqih tanpa tasawuf,sebab amaliah hanya berarti bila
dengan kebenaran tawajjuh,serta fiqih dan tasawuf tidak akan ada tanpa
iman,sebab keduanya di bangun di atas keimanan.{ibn ujaibah,hal 2}.sebagaimana
yang di katakan Imam Malik:
من تصوف و لم يتفقه فقد تزندق و من تفقه و لم يتصوف فقد تفسق و من جمع بينها
فقد تحقق
“barang
siapa yang menjalani bertasawuf tanpa fiqih maka dia telah zindiq,barabg siapa
menjalani fiqih tanpa tasawuf maka dia telah fasiq,dan barang siapa yang
menyatukan keduanya maka dia akan menemukan kebenaran”.
Maka
jelas,bahwa kelahiran tasawuf adalah mengembalikan dimensi bathin yang sempat
hilang dari keagamaan masyarakat islam.
Sumber :
Dimensi tasawuf
By : suwandi
wong jatim
Tidak ada komentar:
Posting Komentar